ISMUBA Sebagai Pembelajaran Holistik Integratif
Pembelajaran ISMUBA sebagai ciri khas sekolah Muhammadiyah menjadikan harapan bagi orangtua untuk mensekolahkan putra putrinya di sekolah Muhammadiyah. Harapan dengan banyaknya mata pelajaran ISMUBA di sekolah Muhammadiyah dirasa cukup untuk membekali para siswa memiliki keilmuan dan akhlak yang baik, menjadi tantangan tersendiri karena baik dan buruknya bukan berdasarkan banyaknya mata pelajaran yang sudah dipelajarinya, namun sejauh mana nilai-nilai Islam yang sudah diimplementasikan dalam kehidupan pribadi, keluarga, sekolah dan masyarakat.
Pembelajaran ISMUBA di sekolah Muhammadiyah merupakan pembelajaran yang transformatif, karena tidak saja memberikan bekal yang dapat diaplikasikan dalam berbagai kondisi melainkan juga harus mampu merubah diri pribadi dan masyarakatnya. Pembelajaran ISMUBA merupakan pembelajaran yang mengintegrasikan agama dengan kehidupan nyata. Hal ini juga karena Pendidikan Muhammadiyah sejak awal didirikannya sudah menerapkan sistem dan praktik pendidikan holistik integratif yang menempatkan peserta didik sebagai subjek dan pusat dari proses pendidikan.
Pembelajaran holistik menekankan keutuhan pada diri peserta didik dan berasumsi bahwa setiap peserta didik memiliki potensi untuk berkembang. Pembelajaran holistik akan senantiasa mengembangkan hubungan antara peserta didik dengan lingkungannya. Pendidikan holistik integratif merupakan pendidikan yang mengintegrasikan segala aspek dan nilai-nilai dalam pendidikan seperti moral, etis, religius, psikologis, filosofis dan sosial dalam kesatuan yang dilakukan secara menyeluruh antara jiwa dan badan. Pendidikan holistik integratif mencakup sistem dan praktik pendidikan yang selama ini juga dikembangkan dalam pendidikan Muhammadiyah, antara lain: 1) Keutuhan antara teori dan praktik; 2) Keutuhan dalam tujuan dan materi pembelajaran; 3) Keutuhan antara pendidikan formal dan non formal; 4) Kesatuan di antara berbagai pusat pendidikan (sekolah, keluarga, masyarakat dan masjid).
Peserta didik harus belajar utuh yaitu belajar ilmu agama dan ilmu umum, sehingga pendidikan Muhammadiyah melahirkan ulama-intelek dan intelek-ulama. Proses pendidikan juga merupakan perpaduan antara teori dan praktik dengan semboyan ilmu amaliah dan amal ilmiah yang maknanya bahwa pembelajaran teori harus dipadukan dengan praktik (realitas), sedangkan praktik harus senantiasa mendasarkan pada teori. Kegiatan pembelajaran juga dikembangkan dengan mengacu pada keutuhan dalam tujuan dan materi pembelajaran. Begitu juga dengan pendidikan formal dan non formal serta antara pendidikan di sekolah, keluarga, masyarakat dan masjid harus sejalan agar siswa Muhammadiyah memiliki keilmuan yang mumpuni dan akhlak yang baik.
Pendidikan Muhammadiyah mempunyai kultur pendidikan yang merupakan bentuk dari pendidikan holistik integratif yaitu: 1) Lingkungan pendidikan (Iman, Ilmu dan Amal); 2) Kurikulum (Ulama-Intelek, Intelek-Ulama; Ilmu-Amaliah, Amal-Ilmiah); 3) Etos Kerja (Siapa Menanam Mengetam); 4) Organisasi Penyelenggaraan (Mandiri dan Hidup-hidupilah Muhammadiyah, Jangan Mencari Hidup di Muhammadiyah).
Pendidikan Muhammadiyah juga sebagai wahana penguatan ideologi dan kaderisasi Muhammadiyah. Upaya penguatan ideologi dan kaderisasi Muhammadiyah melalui proses pembelajaran ISMUBA dengan pendekatan kreatif, inovatif, menyenangkan, dan mencerahkan, contextual teaching and learning. Di samping itu juga dilakukan penguatan internalisasi melalui ortom IPM, Tapak Suci, dan Hizbul Wathan.
ISMUBA sebagai Pembelajaran Holistik Integratif yaitu: Pertama, Kurikulum di Sekolah Muhammadiyah terdiri dari Kurikulum Nasional dan Mata Pelajaran Al-Islam, Kemuhammadiyahan dan Bahasa Arab. Dengan begitu, sekolah Muhammadiyah memadukan antara ilmu umum dengan ilmu agama. Kedua, Ciri khas yang dimiliki sekolah Muhammadiyah adalah sebagai lembaga perkaderan yang mampu mencetak peserta didik menjadi kader persyarikatan, kader umat dan kader bangsa. Sekolah Muhammadiyah menekankan pada aspek pendidikan dari pada pengajaran. Sekolah Muhammadiyah sangat memperhatikan akhlak dan kepribadian peserta didik. Hal ini menjadi nilai plus bagi pendidikan di Sekolah Muhammadiyah itu sendiri. Ketiga, Sekolah Muhammadiyah dikenal dengan sekolah modern dalam hal manajemen sekolah yang disesuaikan dengan dinamika zaman. Sekolah Muhammadiyah sudah berdiri jauh sebelum kemerdekaan Indonesia, maka tidak mengherankan apabila saat ini banyak sekolah Muhammadiyah tersebar di seluruh Nusantara. Perkembangan yang luar biasa secara kuantitas baik sekolah, madrasah, pondok pesantren maupun perguruan tinggi menjadi kekuatan tersendiri bagi Muhammadiyah. Bahkan, Amal Usaha Muhammadiyah khususnya di bidang pendidikan secara kuantitas lebih banyak dari pada Organisasi/Lembaga Swasta yang lain.
Peluang yang dapat dikembangkan oleh sekolah Muhammadiyah yaitu memiliki sumber usaha sendiri sehingga terwujud sekolah yang mandiri melalui kewirausahaan dan bisnis. Sekolah Muhammadiyah juga mempunyai peluang untuk memiliki Program Unggulan di masing-masing sekolah, sehingga dapat menarik minat masyarakat dan menjadi ciri khusus bagi sekolah Muhammadiyah. Banyaknya peserta didik yang berprestasi juga dapat meningkatkan daya saing sekolah Muhammadiyah dengan sekolah-sekolah yang lain.
Setiap sekolah Muhammadiyah harus bertujuan untuk mengembangkan peserta didik secara utuh mencakup aspek-aspek intelektual, personal dan sosial. Tujuan tersebut akan tercapai apabila sekolah tidak hanya mengandalkan pada proses belajar mengajar formal sebagaimana dituntut oleh kurikulum, akan tetapi sekolah harus memaksimalkan aspek hidden curriculum berupa contoh keteladanan bagi peserta didik sebagai suatu kekayaan pendidik yang amat berharga. Keteladanan yang baik harus dimiliki oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan sehingga semakin menguatkan pendidikan yang holistik integratif bagi peserta didik di sekolah Muhammadiyah.
Disusun Oleh : Fifin Permata Sari
Komentar
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Berhasil mengamankan medali perunggu cabang sepak bola diperkuat siswa SMA Muhammadiyah 7
Yogyakarta (SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta), 5 April 2026 — Kiprah siswa SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta kembali menunjukkan hasil positif dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (
SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta kembali menunjukkan kiprah positif dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) yang digelar pada 3–5 April 2026
Yogyakarta (SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta), 5 April 2026 — SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta kembali menunjukkan kiprah positif dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) yang
Mayzha Maharani, siswi kelas XI F3, turut mencatatkan capaian positif pada cabang olahraga bola voli putri dengan berhasil meraih medali
Yogyakarta (SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta), 5 April 2026 — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Dae
Muhammad Mubarak Rahadian, siswa kelas XI F4, berhasil meraih medali perak pada cabang olahraga tinju.
Yogyakarta (SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta), 5 April 2026 — Kabar membanggakan kembali datang dari siswa SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (PO
SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta kembali mencatatkan prestasi membanggakan dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) yang diselenggarakan pada 3–5 April 2026
Yogyakarta (SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta), 5 April 2026 — SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta kembali mencatatkan prestasi membanggakan dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA
Fairuz Bayhaqli, siswa kelas XI F4, berhasil meraih medali perak pada cabang olahraga voli pasir
Yogyakarta (SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta), 5 April 2026 —Prestasi membanggakan kembali diraih oleh siswa SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (
Salah satu siswa SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat daerah.
Yogyakarta (SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta), 5 April 2026 — Kabar membanggakan datang dari ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) yang berlangsung pada 3–5 April 2026. S
Yudhistira Putra Hutama siswa sma mutu berhasil menorehkan capaian gemilang di cabang olahraga sepatu roda
Yogyakarta (SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta), 5 April 2026 — Prestasi membanggakan kembali diraih oleh siswa SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah
Siswa SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta Fairuz Bayhaqli Wakili Indonesia pada Kejuaraan Konfederasi Bola voli Asia atau AVC di Raja Ampat
Yogyakarta – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta. Fairus Bayhaqli, salah satu siswa berbakat di bidang olahraga bola voli, berhasil l
SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta Gelar Turnamen Olahraga Milad ke-37 dan ISC ke-7
SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta menggelar Turnamen Olahraga dalam rangka Milad ke-37 SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta sekaligus Islamic and Sport Competition (ISC) ke-7. Kegiatan ini menjadi

maasyaa Allah tanarakallah ,alhamdulillah apa peroleh dri hasil Pendidikan Sekolah Muhammadiyah betul menjadikan diri saya sebagai Pribadi tangguh,dlm menharungi perjalanan hidup dgn berbagai tantangan,